Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Lainnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Lainnya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Oktober 2009

Minum Jamu Bisa Sebabkan Sakit Ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ penting yang dimiliki manusia. Namun demikian masih banyak saudara kita yang belum mengenalnya secara mendalam. Hal ini menyebabkan pengetahuan saudara kita tentang Ginjal beserta penyakit, cara pencegahan dan pengobatan penyakit ginjal juga rendah. Agar tidak salah kaprah sekaligus dapat menjaga kesehatan organ tubuh kita yang bernama Ginjal.

Ginjal adalah organ tubuh yang berfungsi sebagai alat filtrasi, mengeluarkan kelebihan garam, air, asam, membuang atau mengatur elektrolit seperti K, Ca, Mg, PO4, dan sisa metabolisme tubuh. Ginjal juga bertugas melakukan sekresi untuk menghasilkan EPO yang berfungsi mengatur Haemoglobin darah (HB), aktivasi vitamin D untuk kesehatan tulang, serta mensekresi renin untuk mengatur tekanan darah. Kerusakan pada jaringan ginjal disebabkan oleh racun-racun yang masuk melalui mulut, penghancuran jaringan otot. Maka racun-racun harus dihindari agar tidak terjadi kerusakan ginjal.

Produk jamu tradisional atau alami yang banyak dijual dan beredar di pasaran yang berbentuk pil atau bubuk, sering dituding berbahaya bagi kesehatan ginjal. Minum jamu akan berbahaya bagi kesehatan ginjal jika diminum melebihi dosis-nya dan / atau tanpa disertai dengan banyak-banyak minum air (air putih lebih baik), karena ginjal itu tugasnya membuang air, sisa cairan dan metabolit didalamnya dengan menyaring darah yang tersuplai ke ginjal. Jika tidak disertai dengan kebiasaan banyak minum, bisa dibayangkan darah yang dialirkan ke ginjal untuk disaring dan dibuang itu berkonsentrasi yang cukup pekat, ditambah lagi dengan adanya senyawa metabolit jamu. Organ ginjal bisa cepat rusak kalau harus menyaring cairan konsentrat terus menerus. Dan akan lebih berbahaya lagi, kalau ternyata jamu yang dibeli dan dikonsumsi itu ternyata mengandung senyawa obat sintetis (dikhawatirkan reaksi antara jamu dan obat sintetis ternyata saling bertolak belakang). Bisa-bisa terjadi reaksi komplikasi. juga pemakaian jamu yang dalam jangka waktu lama bisa berdampak penumpukan senyawa metabolitnya di organ - organ, misalnya di hati, saluran pencernaan ataupun ginjal.

Selain asupan dari luar, faktor lain yang menjadi penyebab resiko munculnya penyakit Ginjal adalah tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, penyakit jantung pembuluh darah, dan faktor keturunan. Faktor lainnya adalah usia diatas 60 tahun, sakit Lupus atau penyakit autoimun lainnya, obesitas/kegemukan, infeksi saluran kemih, batu ginjal dan maupun badan berat rendah saat lahir. Meskipun jarang terjadi, beberapa beberapa orang suka mengalami yang disebut gagal ginjal kronik ada yang disebabkan oleh kelainan yang diturunkan. Penyakit keturunan seperti penyakit ginjal polikistik dapat menyebabkan gagal ginjal kronik.

Penyakit ginjal tergolong penyakit kronis yang tidak menular, tapi merupakan pencetus berbagai macam penyakit berbahaya. Misalnya, jantung koroner, stroke, hipertensi, serta diabetes melitus. Penyakit-penyakit tersebut saat ini menjadi ancaman utama di dunia kesehatan. Tanda dan gejala terjadinya penyakit gagal ginjal akut antara lain : Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri.. Tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan menurun, sering mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemia. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.

Cara pencegahan yang cukup baik adalah mengonsumsi air yang cukup, menghindari konsumsi jamu untuk jangka panjang, menghindari konsumsi obat-obatan sembarangan dan sebagainya. Cara lainnya adalah berolahraga teratur, berhenti merokok, makan dengan menu seimbang, hindari kekurangan cairan dengan minum minimal rata-rata 1-1,5 liter air putih per hari.
Sumber : www.dechacare.com





Read more...

Selasa, 08 September 2009

Waspada Jantung Sejak Remaja

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski saat usia paruh baya atau bisa jadi lebih tua penyakit jantung koroner (PJK) menyerang seseorang, sejak usia dini tepatnya saat remaja kita harus waspada. Karena ternyata tak hanya pola hidup tak sehat saja yang menyebabkannya, melainkan juga faktor genetik.

"Memang pasien PJK karena faktor genetik jarang ditemui," kata Dr. Pauline Endang Praptini M.S spesialis gizi klinis dari R.S. Fatmawati Jakarta, Jumat (22/5). Meski begitu, bukan berarti kita tidak mengindahkannya. Jika ada salah satu anggota keluarga yang terkena penyakit ini maka kemungkinan keturunannya juga terkena. "Namun untuk prevalensinya belum diketahui," katanya.

Risiko PJK termasuk tinggi bila kita mengidap kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi, kegemukan, dan gemar merokok. "Kemungkinan seseorang terkena PJK semakin tinggi ketika ia tidak hanya memiliki satu faktor risiko. Misalnya, seseorang sudah obesitas masih merokok pula. Ini sangat berbahaya," tutur Pauline.



Karena itu perhatikan agar pola hidup tak sehat seperti gemar mengonsumsi makanan berlemak tinggi seperti jeroan, terutama yang berasal dari hewan berkaki empat, mengonsumsi lemak jenuh seperti terdapat dalam santan kental dan makanan yang digoreng dengan minyak sayur jelantah, konsumsi mentega yang tergolong lemak trans ini dan segera hentikan .
Sumber : http://kesehatan.kompas.com



Read more...

Senin, 07 September 2009

Bayi Lahir Caesar dan Probiotik

Mikroflora saluran cerna berperan penting dalam membantuk daya tahan tubuh bayi. Namun pada bayi yang lahir caesar, pembentukkan saluran cernanya tertunda. Untuk mengatasi hal tersebut, probiotik (seperti Bifidobacterium lactis) dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi yang lahir caesar, serta mengurangi resiko alergi dan infeksi.

Bifidobacterium lactis terbukti aman bagi bayi sehingga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. ASI mengandung probiotik yang merupakan indikasi pentingnya peranan probiotik sejak masa awal kelahiran. Bayi yang lahir normal dan diberi ASI memiliki tubuh sehat karena bakteri probiotik mendominasi kurang lebih 90% mikrobiota saluran cerna.

Diketahui secara medis, keberadaan bakteri menguntungkan bifidobakteria pada bayi yang lahir caesar memerlukan waktu 6 bulan untuk menyamai bayi yang lahir normal. Bifidobakteria diperoleh pada periode awal kelahiran sangat diperlukan untuk mengenali dan membentuk toleransi terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

Menurut profesor Bengt Bjorksten dari institut Swedia, kondisi awal kelahiran seperti cara kelahirannya, penggunaan antibiotik, dan lain sebagainya memiliki pengaruh yang besar terhadap pola mikroflora saluran cerna yang sangat penting untuk merangsang sistem daya tahan tubuh dalam kondisi normal. Dalam penelitiannya, profesor membuktikan bayi yang menderita alergi memiliki lebih sedikit bifidobakteria pada tinja mereka. Hal ini masih dapat dilihat hingga mereka berusia 5 tahun.

Beberapa penelitian secara klinis menunjukkan penggunaan beberapa probiotik memberikan pengaruh sedang untuk mengatasi eksim pada bayi.

Sumber : http://www.info-sehat.com


Read more...

Minggu, 06 September 2009

Siapa Saja Beresiko Terkena Multiple Sklerosis?

Multiple Sklerosis merupakan penyakit kronis (menahun) yang menyerang otak dan syaraf tulang belakang, sehingga sering menimbulkan kecacatan.

Penyakit ini dikenal juga sebagai penyakit autoimun yangbanyak menyerang dewasa muda hingga paruh baya. Sel-sel darah putih tertentu berbalik menyerang otak. Sel-sel darah putih tersebut disebut dengan sel T yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh kita justru merusak myelin (pembungkus atau pelindung saraf).

Siapa saja yang beresiko?
Orang-orang yang berusia antara 20 hingga 40 tahun, dan lebih sering didapati pada ras Kaukasia,terutama di Eropa Utara, dua hingga tiga kali lebih banyak dialami wanita.

Kasus Multiple Sklerosislebih banyak didapati pada wilayah di atas garis khatulistiwa (40 derajat seksius di atas garis lintang khatulistiwa).

Perlu dilakukan suatu observasi yang ketat dan konseling terhadap Multiple Sklerosis yang ringan dan jarang timbul. Namun jika Multiple Sklerosis sering kambuh dan bertambah berat, maka perlu diatasi dengan obat-obatan, misalnya:

1. Beta interferon, merupakan sejenis tiruan dari protein alami manusia yang mengatur sistem kekebalan tubuh dan memerangi infeksi.

2. Glatiramer, merupakan alternatif untuk beta interferon yang mampu mengendalikan serangan Multiple Sklerosis dengan menjaga sistem kekebalan tubuh agar tidak merusak myelin.

Sumber : http://www.info-sehat.com

Read more...

  ©Template by Dicas Blogger.